PT Peroksida Indonesia Pratama

Produsen Hidrogen Peroksida Pertama di Indonesia
LAYANAN TEKNIS DAN KESELAMATAN PENANGANAN HIDROGEN PEROKSIDA

LAYANAN TEKNIS DAN KESELAMATAN PENANGANAN HIDROGEN PEROKSIDA

A. LAYANAN TEKNIS

Sebagai pioneer dan salah satu  produsen hidrogen peroksida  terkemuka di Indonesia, PT Peroksida Indonesia Pratama (PIP), telah melengkapi fasilitas untuk analisa produk, experiment dan chemical cleaning. PIP telah berpengalaman memberikan pelayanan teknis, antara lain:

  • Survei dan technical advise instalasi pipa dan sistem transfer  dari 1 MT Container dan 18MT Container ke pelanggan
  • Survei dan technical advice dalam pembuatan tanki penampungan hidrogen peroksida
  • Chemical cleaning piping and tanki penampungan hidrogen peroksida di lokasi Pelanggan.
  • Memberikan informasi dan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja kepada pelanggan dalam penanganan dan pemakaian hidrogen peroksida.
  • Melakukan analisis bersama menyangkut konsentrasi Hidrogen Peroksida dan spesifikasi lain bila diperlukan pelanggan.

Berkaitan dengan pelayanan teknis tersebut, silahkan menghubungi bagian pemasaran PT PIP. Kami akan siap membantu dan melayani masalah yang terkait dengan teknis dan  produk kami.

 

B. KESELAMATAN  PENANGANAN HIDROGEN PEROKSIDA

Hidrogen Peroksida (H2O2) bersifat oksidator dan korosif, dapat memicu kebakaran pada bahan-bahan yang mudah terbakar dan menyebabkan iritasi pada kulit, mata dan sistem pernafasan. Bahaya dekomposisi disebabkan oleh pengaruh panas/suhu, masuknya material asing lain seperti debu, logam, alkali, zat pereduksi dan bahan organik.

Oleh sebab itu dalam penanganannya harus memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan sebagai berikut :

  • Hindari terkena kulit, mata dan pakaian. Jangan menghirup uap H2O2, pakailah alat pelindung diri seperti sarung tangan karet, kaca mata pelindung dan sepatu boot karet. Segera ganti pakaian yang terkena H2O2.
  • Simpanlah H2O2 di tempat yang dingin/teduh , sirkulasi udara cukup dan kering di atas lantai tahan asam.
  • Jangan menyimpan bersama/berdekatan dengan alkali, reduktan, logam, garam logam, asam klorida dan bahan-bahan yang mudah terbakar.
  • Sediakan sarana air untuk menangani terjadinya ceceran atau tumpahan H2O2
  • Tempat penyimpanan harus terbuat dari stainless steel, plastik (polyethylene), alumunium.
  • Jangan mengembalikan H2O2 yang tumpah ke kemasan asalnya.